Pengantar Teknologi Informasi

Gerbang IT

Telekonferensi

Posted by fitriansyah76 on September 25, 2008

Telekonferensi, dalam telekomunikasi, merupakan pertemuan berbasis elektronik secara langsung (live) di antara dua atau lebih partisipan manusia atau mesin yang dihubungkan dengan suatu sistem telekomunikasi yang biasanya berupa saluran telepon. Penggunaan telekonferensi memiliki kelebihan efektivitas biaya dan waktu. Telekonferensi dapat berbentuk konferensi audio atau konferensi video.Konferensi audio merupakan salah satu jenis telekonferensi dimana seseorang dapat melakukan percakapan interaktif didalamnya. Dengan audio-konferensi ini, seseorang dapat berbicara dengan lebih dari satu orang melalui speaker. Dalam konferensi video, para partisipannya dapat saling melihat gambar (video) dan saling mendengar, melalui peralatan kamera, monitor, atau pengeras suara masing masing.(sumberĀ  http://id.wikipedia.org)

ESENSI terpenting dalam perkembangan teknologi komunikasi informasi saat ini adalah menjadikan berbagai perangkat teknologi, baik perangkat keras maupun lunak, ini memiliki berbagai indera seperti halnya indera yang terdapat pada tubuh manusia. Artinya, perkembangan teknologi komunikasi informasi sekarang ini benar-benar mengikuti kondisi alami manusia, memiliki indera pendengaran, penciuman, penglihatan, dan sebagainya.

perkembangan teknologi informasi pun memiliki wataknya sendiri, bisa ganas dan menghancurkan seperti virus Worm Blaster yang menyusup ke berbagai sistem komputer melalui jaringan Internet. Bisa juga bersahabat dan mendorong produktivitas seperti e-mail atau aplikasi Microsoft Office yang memudahkan proses baca tulis di mana saja.

Salah satu komponen paling penting dalam perkembangan teknologi di masa yang tidak terlalu lama lagi adalah dikembangkannya kemampuan untuk melihat dalam konvergensi berbagai kemajuan teknologi yang sekarang ada. Pada awalnya, berbagai perangkat seperti suara dan penglihatan berdiri sendiri sebagai perangkat keras yang tidak bisa berkomunikasi satu sama lain.

Digitalisasi penglihatan dimulai dengan dikembangkannya berbagai alat pemindai (scanner), dimulai dengan resolusi yang paling rendah sampai resolusi paling tinggi yang ada di pasaran sebagai sarana untuk memindahkan berbagai dokumen untuk bisa disebar secara cepat dan murah dalam bentuk digitalisasi. Kemudian berkembang berbagai ragam kamera digital dengan resolusi yang semakin membaik dan terus berkembang sampai saat ini mencari bentuk akhirnya yang entah seperti apa.

Bersamaan dengan perkembangan kamera digital, bermunculan perangkat lain yang disebut sebagai digital webcam yang berfungsi sekaligus sebagai kamera digital dan video digital yang digunakan untuk terkoneksi ke jaringan Internet. Kemampuan perangkat digital webcam ini memiliki resolusi yang rendah dengan tampilan dimensi gambar sebesar 320 x 240 piksel beresolusi 100 dpi.

Ini adalah sebuah kemajuan penting, karena dengan kehadiran perangkat digital webcam ini, indera penglihatan pengguna teknologi komunikasi informasi pun menjadi lebih utuh. Sebab tidak lagi hanya memiliki suara yang dikeluarkan oleh sound card yang juga memiliki kemampuan berbicara bila disambungkan dengan sebuah mikrofon, tetapi juga bisa melihat.

Kemajuan ini membawa kita seolah-olah hanya terpisah oleh sebuah monitor dengan lawan bicara kita yang entah berada ratusan maupun ribuan kilometer.

Berbasis IP

Perangkat penglihatan digital ini menjadi sebuah evolusi penting dalam konvergensi teknologi komunikasi informasi. Kalau sebelumnya konferensi video jarak jauh hanya menjadi sebuah barang mewah bagi perusahaan-perusahaan besar yang memiliki kemampuan untuk membeli perangkat yang harganya tidak terjangkau untuk sebuah perusahaan skala menengah sekalipun.

Teknologi yang dikandung dalam telekonferensi sendiri sebenarnya bukan sesuatu yang baru dalam perkembangan teknologi komunikasi informasi. Kemampuan untuk berbagi saluran video dalam jarak jauh, sudah lazim dipraktikkan oleh perusahaan-perusahaan besar. Dan, kemampuan telekonferensi ini pun berubah bersamaan dengan dikembangkannya perangkat terbaru buatan D-Link yang disebut DVC-1000 Broadband VideoPhone atau i2eye, yaitu sebuah perangkat telekonferensi dengan harga yang terjangkau.

Perangkat i2eye ini sebenarnya adalah perangkat telekomunikasi berbasis IP (Internet Protocol) yang tidak perlu dihubungkan ke komputer PC. Perangkat buatan D-Link yang memiliki pengalaman di bidang jaringan kerja (networking) ini, cukup dihubungkan ke sebuah televisi kabel RCA. Yang menyenangkan dari perangkat i2eye ini adalah mudahnya pemasangan dan penggunaannya sehingga siapa pun termasuk yang sering disebut dalam kategori “gatek” (gagap teknologi) akan dengan mudah menggunakannya.

Perangkat i2eye memang dimaksudkan untuk digunakan dalam jaringan Internet berkapasitas pita lebar (broadband) melalui sebuah rongga ethernet, memiliki sebuah mikrofon dan kamera. Kamera yang digunakan memang tidak memiliki kemampuan pembesaran (zoom), dan fokus gambar pun harus diatur secara manual.

Dengan menggunakan aplikasi NetMeeting pada komputer PC, i2eye ini juga bisa digunakan untuk melakukan telekonferensi dengan orang-orang yang menggunakan aplikasi NetMeeting buatan Microsoft tersebut. Bentuknya pun sangat sederhana dan langsung mengeluarkan gambar video begitu terhubung ke perangkat teve.

Kualitas maksimal

Perangkat i2eye ini juga dilengkapi dengan sebuah alat pengendali jarak (remote control) yang mengatur berbagai keperluan konfigurasi perangkat ini. Konfigurasi akan muncul di layar televisi, seperti penentuan alamat IP (biasanya ditulis dalam format 192.168. 100.1), pengaturan cahaya yang masuk melalui kamera, serta sebuah memori penyimpanan alamat-alamat IP seperti memori ponsel.

Tampilan layar lawan bicara ditayangkan dalam jendela tayang yang lebih besar, sedangkan tampilan tayang pengguna berukuran lebih kecil. Melalui pengendali yang terhubung dengan sinar infra merah, tampilan tayangan lawan bicara pun bisa diperbesar sesuai dengan ukuran layar teve yang digunakan.

Kompas sendiri menggunakan sebuah teve berukuran 32 inci, dan tampilan lawan bicara yang dihasilkan oleh i2eye ini seperti kita melihat televisi umumnya. Berbeda dengan perangkat digital webcam, i2eye mampu menayangkan video dengan kecepatan sampai dengan 25 fps (frame per second) tergantung kecepatan akses jaringan Internet yang digunakan.

Kemampuan i2eye ini sendiri oleh D-Link ditentukan mampu untuk beroperasi dalam kecepatan 96-512 kbps dengan kecapatan sampai di atas 30 fps. Artinya, mereka yang tidak memiliki akses jaringan Internet berkecepatan tinggi, bisa dipastikan tidak akan memperoleh hasil dan kualitas maksimal kemampuan digital telekonferensi perangkat i2eye ini.

Salah satu hambatan dalam penggunaan perangkat i2eye ini adalah ketika harus dihubungkan dengan perangkat ini dalam sistem jaringan yang berada di belakang sistem keamanan Firewall. Pada umumnya, sistem keamanan di belakang perangkat router milik perusahaan, tidak mengizinkan akses jaringannya digunakan untuk konferensi video.

Keunggulan perangkat i2eye ini adalah disediakannya konfigurasi saluran informasi untuk penggunaan dalam sistem keamanan Firewall. Artinya, pengguna i2eye di perusahaan harus menghubungkan perangkat ini di wilayah DMZ (de-militarized zone) pada perangkat router yang dimilikinya. Setelah itu, i2eye adalah mata digital sebuah perusahaan.

Kendala jaringan

Kehadiran perangkat i2eye buatan D-Link ini memang akan memberikan arti yang lebih luas pengembangan telekonferensi secara murah, efisien, dan mudah digunakan. Artinya, siapa saja sekarang cukup menggunakan i2eye yang juga dilengkapi saluran sambungan telepon agar mampu menghasilkan suara yang lebih berkualitas, dan bisa melihat lawan bicaranya.

Perangkat i2eye menghadirkan nuansa interaktif dan akan sangat berguna bukan hanya bagi penggunaan individu maupun perusahaan berskala kecil dan menengah, tetapi juga sangat berguna bagi pendidikan jarak jauh yang sekarang menjadi fenomena penting yang berkembang bersamaan dengan laju teknologi komunikasi informasi.

Persoalannya adalah akses jaringan pita lebar di Indonesia sendiri masih menghadapi kendala, tidak hanya dari masih mahalnya akses broadband tetapi juga kualitas jaringannya yang sangat rendah karena penyedia jasa tidak bisa mempertahankan rasio penggunaan akses dengan harga yang memadai. Dan sekarang ini, akses broadband sendiri masih tetap menjadi barang mewah untuk penggunaan individu.

Dan tampaknya, kalau tidak ada pembenahan dan pendekatan agresif dari para penyedia jasa jaringan Internet serta peremajaan jaringan akses oleh pemerintah, perangkat i2eye yang canggih ini tidak akan banyak bermanfaat. Sementara mungkin i2eye masih akan tetap berguna bagi perusahaan besar yang memiliki akses jaringan yang lebih berkualitas dibandingkan dengan yang berada di pasaran. Keadaan yang menentukan i2eye tidak bermanfaat banyak, bukan teknologi yang dikandungnya.(sumber http://www.kompas.com)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: